Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatuperistiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Faktor – faktor penalaran deduktif, antara lain :
1.Terdapat pada kalimat utama
2.Penjelasannya berupa hal-hal yang umum
3.Kebenarannya jelas dan nyata
Variabel pada penalaran deduktif :
1.Silogisme kategorial
2.Silogisme hipotesis
3.Silogisme alternatif
Contoh kalimat deduktif :
Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan ruas jalan yang ada. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangatlah minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dsb. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwewenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.
Pandangan bangsa indonesia yang kurang peduli terhadap tanah air. Hanya kagum terhadap budaya negara lain, sembari memandang rendah budaya sendiri, menjiplak bangsa lain hanya proses akirnya saja. Sifat konsumtivisme yang kian menjamur, entah dari mana mendapatkan uangnya.
3.KEUNGGULAN
Penulis menceritakan kehidupan di indonesia secara kompleks, mencakup keseluruhan dan dapat mewakili semua kejadian nyata yang ada di indonesia.
4.KELEMAHAN
Banyak penggalan kata yang mungkin sulit untuk dimengerti karena mengandung unsur kiasan atau perumpamaan. Contoh penggalan kata tsb adalah :
ØLibido konsumtivisme
ØMentalitas paradoks
ØKontradiksi
ØKantong buntet
5.PENDAPAT AKHIR
Sifat konsumtivisme kini telah merasuki bangsa indonesia, dengan kehidupan serba modern dan mahal. Secara tidak sadar sifat ini telah mengikis kepedulian terhadap budaya negeri sendiri. Mereka lebih menganut budaya luar yang sangat bebas. Tentunya kebiasaan ini harus dicegah agar penerus kita tidak berlaku sama. Perlu adanya pendidikan formal untuk belajar mencintai budaya dan produk negeri sendiri.
Selain diidentikkan sebagai tempat wisata, Bali ternyata juga dimanfaatkan untuk belajar Bahasa Indonesia oleh turis mancanegara. Hal ini dilakukan sejumlah trus asing di tempat kurus Cinta Bahasa Ubud, Bali.
Jesse Froechlich, salah satunya. Meski baru pertama kali ke Indonesia, turis asal Amerika Serikat tersebut mengaku merasa perlu mempelajari Bahasa Indonesia. Jesse datang untuk menjadi sukarelawan di Bali selama enam pekan. "Ini adalah hal yang baik untuk tahu dan memahami bahasa warga setempat," kata Jesse kepadaLiputan 6 SCTV, Ahad (18/9).
Sementar Stephen Demeuleaere mengaku merasa tidak sia-sia belajar Bahasa Indonesia. Sebab, warga Kanada ini kerap pulang pulang pergi ke Indonesia selama 11 tahun terakhir.
Yoshida Chandra, Direktur Cinta Bahasa, mengatakan, tempat kursus yang didirikannya sudah berdiri selama satu setengah tahun di Campuhan Ubud. Lokasinya satu gedung dengan Campuhan College, sebuah sekolah non profit bagi penduduk lokal Bali.
Yoshida menambahkan, para siswa bisa memilih kelas kelompok atau privat sesuai dengan kemampuan berbahasa masing-masing agar bisa cepat menguasai. Bagi siswa yang tingkat dasar, dianjurkan belajar selama 40 jam dalam sebulan. Para siswa juga disediakan buku paket dan kartu indeks untuk memudahkan mereka belajar di rumah. Uniknya, pelajaran tidak hanya dilangsungkan di dalam kelas, tapi juga diberikan tugas lapangan.
Mengenai tarif, Yoshida menuturkan untuk kursus kelompok per bulan relatif terjangkau, yaitu Rp 4,5 juta. Sedangkan untuk kelas privat tarifnya Rp 200 ribu - Rp 250 ribu perjam.
Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tiga macam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan
harga barang lain (barang B), yaitu: positif, negatif, dan nol.
1. Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif).
2. Elastisitas silang negatif. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).
3. Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.
Pengukuran elastisitas silang :
Elastisitas barang A = Perubahan permintaan barang A : Perubahan harga barang B
Perminaan barang A mula-mula : Harga barang B mula-mula
Elastisitassilang barang X = % perubahan permintaan barang X
% perubahan harga barang Y
Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)
Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y
Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.
Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :
ΔQx Py
Es = ——- x ——- > 0 Substitusi
Δ Px Qx
Δ Qy Px
Es = ——- x ——- < 0 Komplementer Δ Py Qy Perlu dicatat bahwa indeks/koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope dari kurva permintaan. Bila elastisitas tersebut no (0) berarti tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain
Contoh 1.1 Pengukuran Elastisitas Silang
Harga mobil rata-rata naik dari Rp80 juta menjadi Rp100 juta, sedangkan permintaan sepeda motor mengalami peningkatan dari 100 unit menjadi 127 unit. Berapa nilai elastisitas silang antara mobil dengan sepeda motor dan bagaimana hubungan kedua barang tersebut dapat dihitung sebagai berikut.
Elastisitas silang = Perubahan kuantitas sepeda motor : Perubahan harga mobil
Kuantitas sepeda motor mula-mula harga mobil mula-mula
= 127-100 : 100jt-80jt
100 80jt
= 27 : 20jt = 27 : 2 = 27 x 8 = 216 = 1,08
100 80jt 100 8 100 2 200
Contoh 1.2 Pengukuran Elastisitas Silang ( BUAT SENDIRI )
Harga mobil rata-rata naik dari Rp180 juta menjadi Rp200 juta, sedangkan permintaan sepeda motor mengalami peningkatan dari 200 unit menjadi 227 unit. Berapa nilai elastisitas silang antara mobil dengan sepeda motor dan bagaimana hubungan kedua barang tersebut dapat dihitung sebagai berikut.
Elastisitas silang = Perubahan kuantitas sepeda motor : Perubahan harga mobil
Kuantitas sepeda motor mula-mula harga mobil mula-mula
curhat ah bentar !!!! hheheheee
gak kerasa nih udah 2 setengah tahun sama Haris Novri. smsan setiap menit, telpon2an ampe kuping berasep, cerita kesana kemari yg gak ada ujungnya, curhat bareng, ketawa nangis sedih seneng campur aduk bareng, ngobrak abrik mall bareng, kebima setiap sore nemenin maen papan, anak bima ampe pada bosen kali ngeliat muka gw, (diana lagi, diana lagi) haha. biar kata diluar sana banyak cowo ganteng, tetepdah pacar gw paling ganteng.whahahahay. dari belom lulus d3, wisuda d3, smpe nerusin s1, wisuda s1, masih bersama sama seperjuangan ya dalam menghadapi kehidupan ini. hahahaha..... mudah2an smpe aku lulus kuliah dan seterusnya kita slalu bersama.
tapii.............dulu beda dgn skrg.... kalo dulu smsan setiap menit, skrg sehari bisa diitung jari, kalo dulu ketemu kapan aja bisa, skrg weekend doank, kalo dulu disaat aku butuh kamu slalu ada, skrg harus belajar menyeleaikan msalah sndirian, kalo dlu pulang kuliah krumahnya, skrg krumah sendiri, learningis notdependent..... jauh dimata dekat dihati... hehehee................