Minggu, 01 Juli 2012

Tugas 3 Bahasa Indonesia 2 # (Proposisi, Premis, Term, dan Penalaran)

Dosen : Budi Santoso
MatKul : B.Indonesia 2

1. APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PROPOSISI ?
Jawaban :
     Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya.
     Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.
Rumus ketentuannya :
Q +  S  +  K  +  P
Keterangan :
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)
S : Subjek adalah sebuah kata atau rangkaian beberapa kata untuk diterangkan atau kalimat yang dapat berdiri sendiri (tidak menggantung).
K : Kopula, ada 5 macam : Adalah, ialah, yaitu, itu, merupakan.
P : Kata benda (tidak boleh kata sifat, kata keterangan, kata kerja).
2. CONTOH KALIMAT PROPOSISI !
Jawaban :
Contoh :
1. Gedung MPR terletak 500 meter dari jembatan Semanggi.
Jawaban :
1. Cari P (kata bendanya dulu) : Gedung MPR atau Jembatan Semanggi,
2. Pasang K (kopula) yang cocok : adalah
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.
Benar :
a. Sebuah + gedung yang terletak 500 meter dari jembatan Semanggi + adalah + gedung MPR.
b. Sebuah + jembatan yang terletak 500 meter dari gedung MPR + adalah + jembatan Semanggi.
Salah :
500 meter + dari jembatan Semanggi + adalah + gedung MPR.
Q benar : 500 meter
S salah : dari jembatan Semanggi à tidak bisa berdiri sendiri / ngegantung
K benar : adalah
P benar : gedung MPR
2. Anastasia sedang menyanyi.
Jawaban :
Benar :
a. Seorang + Anastasia + adalah + penyanyi.
b. Anastasia + adalah + penyanyi. (Q boleh dihilangkan)
Q : Seorang
S : Anastasia (nama)
K : adalah
P : penyanyi (kata benda)
Salah :
Seorang + penyanyi + adalah + Anastasia.
Q benar : seorang
S benar : penyanyi
K benar : adalah
P benar : Anastasia
Yang memnyebabkan kalimat ini salah adalah MAKNANYA BERUBAH.
Seakan setiap orang yang meyanyi itu adalah Anastasia, Anastasia hanya hanya sebuah nama orang dan hanya ada 1.
3. Gempa bumi akan terjadi pada pukul 22.00 WIB di daerah pesisir pantai.
Jawaban :
1. Cari P (kata bendanya) dahulu : gempa bumi / pesisir pantai
2. Pasangkan K (kopula) yang cocok : adalah/yaitu
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.
Benar :
a. Suatu + bencana yang akan terjadi pada pukul 22.00 WIB di daerah pesisir pantai + adalah + gempa bumi.
b. Sebuah + daerah yang akan mengalami gempa bumi pada pukul 22.00 WIB + yaitu + pesisir pantai.
Salah :
Pukul 22.00 WIB + di daerah pesisir pantai yang akan terjadi + adalah + gempa bumi.
Q salah : Pukul 22.00 WIB bukan merupakan pembilang tapi keterangan waktu.
S salah : kalimatnya tidak bisa berdiri sendiri / ngegantung
3. APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PREMIS ?
Jawaban :
     Premis ialah pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor. Term menengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan. Perlu diketahui, term ialah suatu kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P).
Contoh :
1. Semua cendekiawan adalah manusia pemikir
2. Semua ahli filsafat adalah cendekiawan
3. Semua ahli filsafat adalah manusia pemikir.
4. APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN TERM ?
Jawaban :
     Term adalah suatu kata atau suatu kumpulan kata yang  merupakan ekspressi verbal dari suatu pengertian. Bagian dari proposisi yang berfungsi sebagai subyek  atau predikat, serta dapat berfungsi sebagai penghubung antara dua proposisi yang disebut premis dalam sebuah silogisme. Tidak semua kata atau kumpulan kata adalah term, meskipun setiap term itu adalah kata atau kumpulan kata. Alasannya: tidak semua kata atau kumpulan kata pada dirinya sendiri  merupakan ekspressi verbal dari pengertian, dan bahwa tidak semua kata pada dirinya  sendiri berfungsi sebagai subyek atau predikat dalam suatu proposisi.
     Term adalah kata atau sejumlah kata yang dapat berdiri sendiri. Jenis kata seperti itu disebut kata kategorimatis. Mis. : bunga, burung, pohon (term tunggal), orang tua asuh, pencinta lingkungan hidup (term majemuk).
5. APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PENALARAN ?
Jawaban :
     Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghung-hubungkan data atau pakta yang ada sehingga pada satu kesimpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar disinilah letak kerjanya penalaran orang akan menerima data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum jelas kebenarannya. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk menapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut reposisi.
6. BUATLAH CONTOH PENALARAN !
Jawaban :
- Ketika seorang pengemis berkata : ”kasihanilah saya orang biasa”. Itu merupakan suatu ungkapan yang tidak logis.
- Ketika seorang peneliti mencari penyebab mengapa orang mabuk? Ada 3 peristiwa yang ditemuinya
- ada orang yang mencampur air dengan brendi dan itu menyebabkan dia mabuk
- ada yang mencampur air dengan tuak kemudian dia mabuk
- ada lagi yang mencampur air dengan whiski kemudian akhirnya dia mabuk juga

Rabu, 02 Mei 2012

PENALARAN INDUKTIF


Penalaran induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. Penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. Catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar..Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, dan kausal.
A. Generalisasi

Proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena atau peristiwa individual (khusus) untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut. Generalisasi dapat diartikan juga sebagai pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar peristiwa.

Contoh:
Kucing bisa merasa lapar
Ikan bisa merasa lapar
Jadi, semua hewan bisa merasa lapar
B. Analogi
Proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain dengan cara membandingkan peristiwa yang ada dengan peristiwa sebelumnya, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Dengan kata lain penalaran analogi dapat diartikan sebagai proses penyimpulan berdasarkan fakta atau kesamaan atau proses membandingkan dari dua peristiwa (hal) yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian ditariklah kesimpulan dari persamaannya tersebut.

Contoh :
Untuk menjadi seorang penari professional atau ternama dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Demikiannya dengan seorang atlit untuk dapat menjadi atlit professional dan berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang penari maupun seorang atlit diperlukan latihan yang rajin dan ulet.

C. Klausal
Secara induktif orang pun dapat menunjukan hubungan kausal. Hubungan kausal adalah pernalaran yang diperoleh dari gejala-gejala atau data yang saling berhubungan. Misalnya, seorang anak terjatuh, akibatnya akan terluka. Dalam hubungan kausal ini ada tiga hubungan antarmasalah.
Sebab-Akibat
Sebab-akibat ini berpola A menyebabkan B. Dapat juga berpola A menyebabkan B, C, dan seterusnya. Jadi efek atau akibat dari suatu peristiwa yang dianggap penyebab kadang lebih dari satu. Sebagai contoh seorang pegawai tidak datang rapat dapat kita perkirakan bahwa pegawai tersebut mungkin datang telat, kecelakaan di jalan, atau terkena macet.
Akibat- Sebab
Akibat-sebab ini dapat kita lihat peristiwa seseorang yang terjatuh. Terjatuh merupakan akibat dan terluka merupakan sebab. Akan tetapi, dalam pernalaran jenis ini, peristiwa sebab merupakan simpulan.
Akibat-Akibat
Akibat-akibat adalah suatu pernalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada “akibat” yang lain. Contohnya sebagai berikut.
Ketika pulang bekerja, Ayah melihat air kali meluap. Ayah langsung menyimpulkan bahwa gang di rumah banjir.

Contoh penalaran induktif :
Harimau berdaun telinga berkembang biak dapat melahirkan. Babi berddaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
Kesimpulann:
Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan




Mata Kuliah : B. Indonesia 2
Dosen          : Pak Budi Santoso

Kamis, 15 Maret 2012

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Faktor – faktor penalaran deduktif, antara lain :
1.      Terdapat pada kalimat utama
2.      Penjelasannya berupa hal-hal yang umum
3.      Kebenarannya jelas dan nyata

Variabel pada penalaran deduktif :
1.      Silogisme kategorial
2.      Silogisme hipotesis
3.      Silogisme alternatif


Contoh kalimat deduktif :
Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan ruas jalan yang ada. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangatlah minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dsb. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwewenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.

*yang bergaris bawah adalah kalimat utamanya



http://duniake3.blogspot.com/2012/03/penalaran-deduktif.html


Mata Kuliah : B. Indonesia 2
Dosen          : Pak Budi Santoso

Minggu, 27 November 2011

RESENSI ARTIKEL

NAFSU BERKUASA

1.       DATA PUBLIKASI
a.       Judul                           : Nafsu Berkuasa
b.      Penulis                        : Jakob Sumardjo
c.       Penerbit                      : Kompas
d.      No/Tgl                        : 149/26 November 2011-11-27
e.      No Hal                        : 6
f.        Tema                           : Ilmu Kosong

2.       SINOPSIS
Pandangan bangsa indonesia yang kurang peduli terhadap tanah air. Hanya kagum terhadap budaya negara lain, sembari memandang rendah budaya sendiri, menjiplak bangsa lain hanya proses akirnya saja. Sifat konsumtivisme yang kian menjamur, entah dari mana mendapatkan uangnya.


3.       KEUNGGULAN

Penulis menceritakan kehidupan di indonesia secara kompleks, mencakup keseluruhan dan dapat mewakili semua kejadian nyata yang ada di indonesia.


4.       KELEMAHAN

Banyak penggalan kata yang mungkin sulit untuk dimengerti karena mengandung unsur kiasan atau perumpamaan. Contoh penggalan kata tsb adalah :
Ø  Libido konsumtivisme
Ø  Mentalitas paradoks
Ø  Kontradiksi
Ø  Kantong buntet


5.       PENDAPAT AKHIR

Sifat konsumtivisme kini telah merasuki bangsa indonesia, dengan kehidupan serba modern dan mahal. Secara tidak sadar sifat ini telah mengikis kepedulian terhadap budaya negeri sendiri. Mereka lebih menganut budaya luar yang sangat bebas. Tentunya kebiasaan ini harus dicegah agar penerus kita tidak berlaku sama. Perlu adanya pendidikan formal untuk belajar mencintai budaya dan produk negeri sendiri.


Minggu, 06 November 2011

Madah Cinta Sebuah Tulisan

Wahai kawan2 ku...
Dengarlah bisikan kata2 ku ini.
Tulislah wahai kawan2 ku..!
Tulislah cerita cinta mu
Tulislah puisi cinta mu
Tulislah apa2 yang telintas dihati mu!
Rasakan getaran suara hati naluri mu
Biarkan ia bersuara menjerit
Biarkan seisi dunia mendengarkannya luahannya
Luahan rasa hati seorang manusia!
Wahai kawan ku...!Jangan engkau berdiam diri
Jangan engkau hanya menjenguk disana sini
Komentar sana komentar sini!
Bukankah engkau juga mempunyai rasa hati?
Sedikit naluri untuk berpuisi?
Wahai kawan ku...Percayalah bahawa ...
kita cuma insan biasa
cuba meneroka rahasia kehidupan
Sama-sama juga ada kekurangan
sama-sama ada sedikit kepahitan
Didalam merenangi lautan madah cinta ini
cuba membongkar rahasia hakikat puisi cinta!


 KATA DIKSI                                                           KATA SEBENARNYA
dunia mendengarkannya luahannya    ->         dunia mendengarkan keluhannya
Luahan rasa hati seorang manusia!      ->         keluhan sorang manusia
cuba meneroka rahasia kehidupan      ->         mencoba menebak rahasia kehidupan
merenangi lautan madah cinta ini        ->         mengarungi lautan cinta

Rabu, 05 Oktober 2011

TUGAS GRAFIK DAN PENGOLAHAN CITRA

http://www.ziddu.com/download/16676076/AKANDALAMGRAFIKKOMPUTERDANELEMENPEMBENTUKANGRAFIK.docx.html

Selasa, 27 September 2011

Belajar Bahasa Indonesia di Cinta Bahasa Ubud


Selain diidentikkan sebagai tempat wisata, Bali ternyata juga dimanfaatkan untuk belajar Bahasa Indonesia oleh turis mancanegara. Hal ini dilakukan sejumlah trus asing di tempat kurus Cinta Bahasa Ubud, Bali. 

Jesse Froechlich, salah satunya. Meski baru pertama kali ke Indonesia, turis asal Amerika Serikat tersebut mengaku merasa perlu mempelajari Bahasa Indonesia. Jesse datang untuk menjadi sukarelawan di Bali selama enam pekan. "Ini adalah hal yang baik untuk tahu dan memahami bahasa warga setempat," kata Jesse kepada Liputan 6 SCTV, Ahad (18/9). 

Sementar Stephen Demeuleaere mengaku merasa tidak sia-sia belajar Bahasa Indonesia. Sebab, warga Kanada ini kerap pulang pulang pergi ke Indonesia selama 11 tahun terakhir. 

Yoshida Chandra, Direktur Cinta Bahasa, mengatakan, tempat kursus yang didirikannya sudah berdiri selama satu setengah tahun di Campuhan Ubud. Lokasinya satu gedung dengan Campuhan College, sebuah sekolah non profit bagi penduduk lokal Bali. 

Yoshida menambahkan, para siswa bisa memilih kelas kelompok atau privat sesuai dengan kemampuan berbahasa masing-masing agar bisa cepat menguasai. Bagi siswa yang tingkat dasar, dianjurkan belajar selama 40 jam dalam sebulan. Para siswa juga disediakan buku paket dan kartu indeks untuk memudahkan mereka belajar di rumah. Uniknya, pelajaran tidak hanya dilangsungkan di dalam kelas, tapi juga diberikan tugas lapangan. 

Mengenai tarif, Yoshida menuturkan untuk kursus kelompok per bulan relatif terjangkau, yaitu Rp 4,5 juta. Sedangkan untuk kelas privat tarifnya Rp 200 ribu - Rp 250 ribu perjam.