Senin, 28 Maret 2011

ELASTISITAS SILANG


Elastisitas Silang (Cross Elasticity)
Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tiga macam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan
harga barang lain (barang B), yaitu: positif, negatif, dan nol.
1. Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif).
2. Elastisitas silang negatif. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).
3. Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.
Pengukuran elastisitas silang :
Elastisitas barang A = Perubahan permintaan barang A  :    Perubahan harga barang B                                
                                    Perminaan barang A mula-mula   :    Harga barang B mula-mula

Elastisitas silang barang X = % perubahan permintaan barang X
                                                          % perubahan harga barang Y


Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)
Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y
Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.

Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :
ΔQx Py
Es = ——- x ——- > 0 Substitusi
Δ Px Qx

Δ Qy Px
Es = ——- x ——- < 0 Komplementer Δ Py Qy Perlu dicatat bahwa indeks/koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope dari kurva permintaan. Bila elastisitas tersebut no (0) berarti tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain




Contoh 1.1 Pengukuran Elastisitas Silang
Harga mobil rata-rata naik dari Rp80 juta menjadi Rp100 juta, sedangkan permintaan sepeda motor mengalami peningkatan dari 100 unit menjadi 127 unit. Berapa nilai elastisitas silang antara mobil dengan sepeda motor dan bagaimana hubungan kedua barang tersebut dapat dihitung sebagai berikut.
Elastisitas silang = Perubahan kuantitas sepeda motor       :     Perubahan harga mobil
                                    Kuantitas sepeda motor mula-mula              harga mobil mula-mula
                                  =  127-100     :     100jt-80jt
                                          100                      80jt
                                  =  27     :    20jt   =   27    :   2     =   27   x   8     =   216   =   1,08
                                      100       80jt       100       8             100       2          200
Contoh 1.2 Pengukuran Elastisitas Silang ( BUAT SENDIRI )
Harga mobil rata-rata naik dari Rp180 juta menjadi Rp200 juta, sedangkan permintaan sepeda motor mengalami peningkatan dari 200 unit menjadi 227 unit. Berapa nilai elastisitas silang antara mobil dengan sepeda motor dan bagaimana hubungan kedua barang tersebut dapat dihitung sebagai berikut.
Elastisitas silang = Perubahan kuantitas sepeda motor       :     Perubahan harga mobil
                                    Kuantitas sepeda motor mula-mula              harga mobil mula-mula
                                  =  227-200     :     200jt-180jt
                                          200                      180jt
                                  =  27     :    20jt   =   27    :   2     =   27   x   18     =   486   =   1,215
                                      200       180jt      200      18           200       2           400


http://www.narenciel.co.cc/2010/05/konsep-elastisitas-dalam-ekonomi.html


1 komentar: